HomePenulisHubungi Kami

Tambahan PPh Final bagi WP yang Tidak Penuhi Komitmen Repatriasi dan Investasi

Oleh Redaksi PajakInd
Diterbitkan di PPh
06 December 2021
1 menit membaca
Tambahan PPh Final bagi WP yang Tidak Penuhi Komitmen Repatriasi dan Investasi

Dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) sebagaimana dimaksud pada Pasal 12 ayat (4), disebutkan adanya penambahan PPh final bagi peserta yang tidak memenuhi komitmen repatriasi dan investasi. Hal tersebut tercantum dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta Bersih. Ketentuan tambahan beban pajak tersebut berlaku pada tahun pajak 2022.

Wajib Pajak yang gagal memenuhi komitmen pada Program Pengungkapan Sukarela Harta Bersih diberikan dua opsi oleh pemerintah yaitu diberikan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atau Sukarela menyetorkan PPh terutang dengan tarif yang lebih rendah.

Merujuk pada Pasal 12 Ayat (4) huruf a terdapat opsi pertama dengan penerbitan SKPKB, terbagi dalam 4 kelompok tarif PPh final untuk wajib pajak yang tidak memenuhi komitmen repatriasi dan investasi, diantaranya:

  1. Tarif 4,5% yang berlaku bagi harta bersih di dalam NKRI, tetapi tidak diinvestasikan pada hilirisasi SDA atau energi terbarukan dan/atau SBN.
  2. Tarif 4,5% atas harta bersih yang berada di luar negeri, tetapi tidak diinvestasikan pada hilirisasi SDA atau energi terbarukan dan/atau SBN.
  3. Tarif 8,5% untuk harta luar negeri, tetapi tidak dialihkan ke dalam wilayah NKRI dan tidak diinvestasikan pada kegiatan usaha sektor pengolahan SDM atau sektor energi terbarukan di wilayah NKRI dan/atau SBN.
  4. Tarif 6,5% untuk harta bersih tetapi tidak dialihkan ke wilayah NKRI.

Sementara itu, opsi pada tarif PPh final kedua dengan cara menyetorkan sendiri PPh terutang memiliki 4 kelompok tarif lebih rendah dibandingkan dengan penerbitan SKPKB dari DJP.

  1. Tarif 3% berlaku atas harta bersih di wilayah NKRI yang diinvestasikan pada hilirisasi SDA atau energi terbarukan dan/atau SBN.
  2. Tarif 3% yang berlaku bagi wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan atas harta bersih di luar negeri dan diinvestasikan pada hilirisasi SDA atau energi terbarukan dan/atau SBN.
  3. Tarif sebesar 7% yang berlaku bagi wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan atas harta bersih yang berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Tarif sebesar 5% berlaku pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan atas harta bersih yang berada di luar negeri dan tidak diinvestasikan pada hilirisasi SDA atau energi terbarukan dan/atau SBN.

Tagar

pph
Artikel Sebelumnya
Ketentuan Tax Amnesty Jilid II pada WP Badan

Redaksi PajakInd

Content Writer

Artikel Terkait

PPH Final Harus Dibayar Lunas Jika Ingin Ikut PPS!
26 January 2022
1 mnt
© 2022, dari PajakInd.

Dari PajakInd

Unduh AplikasiBlog PajakForum

Media Sosial