HomePenulisHubungi Kami

Perbedaan Latar Belakang Tax Amnesty JIlid I dan Tax Amnesty Jilid II

Oleh Redaksi PajakInd
Diterbitkan di Tax Amnesty
24 December 2021
1 menit membaca
Perbedaan Latar Belakang Tax Amnesty JIlid I dan Tax Amnesty Jilid II

Seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, bahwa Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) atau Tax Amnesty telah disahkan pada tanggal 29 Oktober 2021. Pemerintah telah menyepakati hal tersebut dengan berbagai pertimbangan dan beberapa kebijakan, lalu apa sih latar belakang dan tujuan dari Tax Amnesty Jilid I dan Tax Amnesty Jilid II?

Tax Amnesty Jilid I

Tax Amnesty harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi yang bersifat mendasar, dan harus mempunyai dimensi yang lebih luas, juga ekonomi secara umum. Dari sisi pajak, dengan adanya tax amnesty maka ada potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN. APBN lebih sustainable dan kemampuan pemerintah untuk spending semakin besar sehingga otomatis ini akan banyak membantu program-program pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Jadi dengan adanya tax amnesty akan sangat membantu upaya pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan dan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan serta memperbaiki ketimpangan. Disisi lain, dengan kebijakan tax amnesty ini yang diharapkan dengan diikuti repatriasi sebagian atau keseluruhan aset orang Indonesia di luar negeri maka akan sangat membantu stabilitas ekonomi makro negara kita.

Tax Amnesty Jilid II

Alasan yang melatarbelakangi program pengungkapan sukarela jilid II ini adalah:

a. Masih terdapat peserta Pengampunan Pajak yang belum mendeklarasikan seluruh aset pada saat Pengampunan Pajak dan apabila ditemukan oleh DJP akan dikenai PPh final (PP-36/2017) yang dirasakan terlalu tinggi ditambah sanksi sebesar 200% (Pasal 18 ayat (3) UU TA)

b. Masih terdapat Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum mengungkpkan seluruh penghasilan dalam SPT Tahunan 2016 s.d 2020

c. Dengan adanya data dari pertukaran data otomatis (AEOI) dan data perpajakan dari ILAP, sedangkan WP belum mendeklarasikan seluruh aset dan penghasilan, sehingga perlu diberikan kesempatan secara sukarela untuk memenuhi kewajiban pajak.

Manfaat dan tujuan tax amnesty jilid II yaitu:

  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui Repatriasi Aset, yang ditandai dengan peningkatan likuiditas diatas domestik, perbaikan nilai tukar rupiah, penuruan Suku Bunga, dan peningkatan investasi

  2. Perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif dan terintegrasi

  3. Meningkatkan Penerimaan Pajak Skema yang digunakan saat ini untuk mengungkap harta bersih melalui surat pemberitahuan pengungkapan harta yang disampaikan kepada DJP sejak 2016 sampai 2020.

Nah diatas merupakan latar belakang Tax Amnesty Jilid I dan Jilid II


Artikel Sebelumnya
Simak! WP Badan yang Diperbolehkan ikut Tax Amnesty Jilid II

Redaksi PajakInd

Content Writer

Artikel Terkait

Penjelasan Harta Bersih dan Lampiran dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta
15 December 2021
1 mnt
© 2021, dari PajakInd.

Dari PajakInd

Unduh AplikasiBlog PajakForum

Media Sosial