HomePenulisHubungi Kami

Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya

Oleh Redaksi PajakInd
Diterbitkan di Tarif
29 December 2021
1 menit membaca
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya

Pemerintah kembali berencana memberikan pengampunan pajak atau tax amnesty pada 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022. Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang telah disepakati di DPR untuk dibawa ke sidang paripurna untuk disahkan.

Program tax amnesty jilid II ini tercantum dalam Pasal 5 dengan penamaan program pengungkapan sukarela wajib pajak. Pengampunan pajak bisa dilakukan selama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) belum menemukan data dan informasi mengenai harta tersebut.

Mengutip RUU HPP, pada Pasal 6 ayat (1) RUU HPP, wajib pajak bisa menyampaikan surat pernyataan kepada pihak otoritas pajak pada 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022.

“Wajib Pajak mengungkapkan harta bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) melalui surat pemberitahuan pengungkapan harta dan disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak sejak tanggal 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022,” tulis Pasal 6 ayat (1) RUU HPP. Dikutip, Minggu (3/10/2021).

Berikut ini skema tarif tax amnesty jilid II:

A. Sebesar 6% atas harta bersih yang berada di dalam wilayah Indonesia, dengan ketentuan diinvestasikan pada:

  1. Kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau
  2. Surat berharga negara

B. Sebesar 8% atas harta yang berada di dalam wilayah Indonesia dan tidak diinvestasikan pada:

  1. Kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau
  2. Surat berharga negara

C. Sebesar 6% atas harta bersih yang berada di luar wilayah Indonesia, dengan ketentuan:

  1. dialihkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
  2. Diinvestasikan pada: a) Kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau b) Surat berharga negara

D. Sebesar 8% atas harta bersih yang berada di luar wilayah Indonesia dengan ketentuan:

  1. Dialihkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
  2. Tidak diinvestasikan pada: a) Kegiatan usaha sektor pengolahan sumber daya alam atau sektor energi terbarukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau b) Surat berharga negaraa.

E. Sebesar 11% atas harta bersih yang berada di luar wilayah Indonesia dan tidak dialihkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) yakni sebesar jumlah harta bersih yang belum atau kurang diungkapkan dalam surat pernyataan,“.


Tagar

tariftebusan
Artikel Sebelumnya
Perbedaan Latar Belakang Tax Amnesty JIlid I dan Tax Amnesty Jilid II

Redaksi PajakInd

Content Writer

Artikel Terkait

Tarif Bagi Wajib Pajak OP Tidak Penuhi Ketentuan atas Investasi Harta Bersih
16 December 2021
1 mnt
© 2021, dari PajakInd.

Dari PajakInd

Unduh AplikasiBlog PajakForum

Media Sosial